Rangkuman Koneksi Antar materi - Modul 3.1
14 April 2023
KONEKSI ANTAR MATERI
MODUL 3.1
PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS NILAI – NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN
Nama : Suminar, S.Pd.SD
Asal Sekolah : SDN Keroncong 1
CGP Angkatan : 7 Kota Tangerang
· Dari kutipan di atas, apa kaitannya dengan proses pembelajaran yang sedang Anda pelajari saat ini?
Menurut saya kutipan tersebut bila dikaitkan dengan proses pembelajaran yang saya pelajari saat ini selaras dengan tujuan pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, yakni menuntun segala kodrat pada murid-murid, agar mereka dapat menjadi manusia yang mandiri, selamat dan bahagia baik sebagaimanusia maupun sebagai anggota masyarakat.
Disamping itu
juga pentingnya pengajaran yang lebih berharga yaitu pendidikan budi pekerti
yang meliputi cipta rasa karsa dan raga, penanaman nilai-nilai kebajikan, serta
mengasah setiap potensi sesuai dengan minat dan bakat murid, hingga guru mampu
menebalkan garis samar yang ada pada murid-murid, menuntun mereka sesuai dengan
kodratnya (kodrat alam dan kodrat zaman).
· Bagaimana Anda sebagai
seorang pemimpin pembelajaran dapat berkontribusi pada proses pembelajaran
murid, dalam pengambilan keputusan Anda?
Menurut
Anda, apakah maksud dari kutipan ini jika dihubungkan dengan proses
pembelajaran yang telah Anda alami di modul ini? Jelaskan pendapat Anda.
Dalam kutipan di atas dapat dimaknai bahwa pendidikan merupakan upaya
untuk menuntun murid menjadi generasi penerus bangsa tumbuh dan berkembang
selaras dengan perkembangan zaman dan berperilaku sesuai kebajikan yang
bertoleran dan demokratis. Di mana masyarakat
semakin menjadi beragam secara demografi, maka pendidik akan lebih lagi perlu
mengembangkan, membina, dan memimpin sekolah-sekolah yang toleran dan
demokratis, melalui pembelajaran tentang etika, pemimpin-pemimpin pendidikan
masa depan akan lebih siap dalam mengenali, berefleksi, serta menghargai
keberagaman.
· Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka
memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai
seorang pemimpin?
Filosofi filosofi Ki
Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka khususnya "ing ngarso sung
Tuladha" memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan
sebagai seorang pemimpin. Perilaku warga sekolah terutama baik guru yang
merupakan pemimpin pembelajaran, dalam menegakkan penerapan nilai-nilai yang
diyakini dan dianggap penting oleh sekolah, adalah teladan bagi murid. Dan Kepemimpinan kepala
sekolah tentunya berperan sangat besar untuk menciptakan sekolah sebagai
institusi moral.
Dalam menjalankan perannya, tentu seorang pemimpin di sekolah akan menghadapi berbagai situasi dimana ia harus mengambil suatu keputusan dimana ada nilai-nilai kebajikan universal yang sama-sama benar, namun saling bertentangan. Situasi seperti ini disebut sebagai sebuah dilema etika. Disaat itu terjadi, keputusan mana yang akan diambil?
Tentunya ini bukan
keputusan yang mudah karena kita akan menyadari bahwa setiap pengambilan
keputusan akan merefleksikan integritas sekolah tersebut, nilai-nilai apa yang
dijunjung tinggi oleh sekolah tersebut, dan keputusan-keputusan yang diambil
kelak akan menjadi rujukan atau teladan bagi seluruh warga sekolah dan
lingkungan sekitarnya.
· Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada
prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?
Dalam pengambilan suatu keputusan, seringkali kita
bersinggungan dengan prinsip-prinsip etika.
Etika di sini tidak berkaitan dengan preferensi
pribadi seseorang, namun merupakan sesuatu yang berlaku secara
universal. Seseorang yang memiliki penalaran yang baik, sepantasnya
menghargai konsep-konsep dan prinsip-prinsip etika yang pasti. Prinsip-prinsip
etika sendiri berdasarkan pada nilai-nilai kebajikan universal yang disepakati
dan disetujui bersama, lepas dari latar belakang sosial, bahasa, suku bangsa,
maupun agama seseorang. Nilai-nilai kebajikan universal bisa berupa antara
lain Keadilan, Keselamatan, Tanggung Jawab, Kejujuran, Rasa Syukur, Lurus Hati,
Berprinsip, Integritas, Kasih Sayang, Rajin, Berkomitmen, Percaya Diri,
Kesabaran, Keamanan.
· Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’
(bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses
pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah
kita ambil? Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah
ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan
tersebut? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’
yang telah dibahas pada sebelumnya.
Sebagai pemimpin pembelajaran tentunya tak luput
dari suatu permasalahan yang harus diambil sebuah keputusan yang dapat dipertanggung
jawabkan, sesuai dengan kebajikan universal, dan keberpihakan dengan murid.
Dalam pengambilan keputusan tentunya tidak lah mudah baik itu permasalah dilema
maupun bujukan moral, untuk itu tehnik coaching dengan alur TIRTA sangat
membantu dalam pengambilan keputusan, yang dikombinasikan dengan sembilan
langkah pengujian keputusan.
· Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial
emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya
masalah dilema etika?
Dalam keterampilan pengambilan keputusan seringkali berbagai kepentingan saling bersinggungan, dan ada pihak-pihak yang akan merasa dirugikan atau tidak puas atas keputusan yang telah diambil.Butuh suatu ketrampilan untuk fokus, dan tepat sasaran. Sesulit apapun keputusan yang harus diambil untuk permasalahan yang sama-sama benar, sebagai seorang pemimpin , kita perlu mendasarkan keputusan kita pada 3 unsur yaitu berpihak pada murid, berdasarkan nilai-nilai kebajikan universal, dan bertanggung jawab terhadap segala konsekuensi dari keputusan yang diambil.
Untuk itu perlu sekali guru
menyadari pentingnya mengelola dan menyadari 5 kompetensi sosial emosional,
yang meliputi : kesadaran diri, pengelelolaan diri, kesadaran sosial,
ketrampilan berelasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.
· Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau
etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?
Untuk pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika difokuskan pada kesadaran diri, keterampilan berelasi dalam mengambil sebuah keputusan. Kita dapat berpedoman pada sembilan langkah pengambilan dan pengujian keputusan terutama pada uji legalitas untuk memastikan apakah permasalahan tersebut termasuk dilema etika yang merupakan masalah benar lawan benar atau merupakan kasus bujukan moral yang berarti benar lawan salah.
Jika masalah adalah kasus
bujukan moral maka tentu dengan nilai-nilai kabjikan yang ada dalam diri
seorang pemimpin kita semestinya berpegang teguh pada nilai kebenaran. Akan
tetapi jika yang terjadi adalah dilema etika, tetap perlu ada identifikasi
terhadap 4 paradigma dan penggunaan 3 prinsip mengatasi masalah tersebut.
· Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada
terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.
Setiap aspek materi pembelajaran modul ini merupakan rangkaian yang saling terkait dan mendukung satu dengan yang lainnya, mulai dari filosofi KHD, nilai dan peran guru penggerak, budaya positif, keterampilan sosial emosional hingga teknik pengambilan keputusan yang berdasarkan nilai-nilai kebajikan baik Pengambilan keputusan yang tepat, dapat berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.
Dengan penerapan pendekatan Inkuiri Apresiatif yaitu
strategi perubahan kolaboratif berbasis kekuatan atau yang lebih kita kenal
tahapan BAGJA dalam melakukan paradigma perubahan. Pengambilan
keputusan yang tepat tekait kasus-kasus pada masalah moral atau etika dicapai dengan
mempertimbangkan 4 paradigma, 3 prinsip dan melalui 9 langkah pengambilan dan
pengujian keputusan.
· Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat
menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah
kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?
Tantangan
yang sering dihadapkan dalam menghadapi dilema etika adalah perbedaan sudut
pandang, cara berfikir, dan perbedaan keterampilan sosial emosional.
· Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan
pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan
pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?
Menurut pendapat saya pengambilan keputusan yang diambil dengan menggunakan 4 paradigma, 3 prinsip pengambilan keputusan serta 9 langkah pengujian pengambilan keputusan diharapkan memberi pengaruh dalam pengajaran yang memerdekakan murid-murid.
Dengan melakukan asesmen diagnostik awal untuk
mengetahui kebutuhan belajar siswa untuk dapat memfasisilitasi kegiatan pembelajaran berdeferensiasi sehingga
dapat mencapai tujuan akhir dari proses pembelajaran yang kita lakukan adalah
pembelajaran dengan konsep merdeka belajar sesuai kodrat alam dan kodrat zaman.
· Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat
mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?
Sebagaimanana filosofi Ki Hadjar Dewantara, guru ibarat petani atau tukang kebun, murid ibarat benih, dan sekolah ibarat ladang atau sawah. Bagaimana benih tersebut kelak akan tumbuh baik dan berpotensi tergantung dari keputusan petani dalam merawat tumbuh kembang benih dan ladang/sawah tersebut.
Artinya setiap keputusan
yang diambil guru yang
memerdekakan dan berpihak pada murid sebagai seorang
pemimpin pembelajaran memberi dampak positif bagi masa depan murid-muridnya,
mereka akan tumbuh menjadi oang-orang yang merdeka, kreatif , inovatif dalam mengambil
keputusan yang menentukan bagi masa depan mereka sendiri, serta menjadi pribadi
yang matang.
· Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran
modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?
Kesimpulan akhir yang dapat saya ambil dari pembelajaran modul ini
adalah :
- Implementasi pengambilan keputusan oleh seorang guru haruslah dengan berlandaskan pada filosofi Ki Hajar Dewantara, hal ini terkait dengan nilai dan peran guru sebagai pemimpin pembelajaran.
- Pengambilan keputusan berlandaskan pada budaya positif dengan menggunakan pendekatan Inkuiri Apresiatif BAGJA, yang akan mengantarkan murid pada lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman (well being).
- Dalam pengambilan keputusan, seorang guru harus didasari pada kesadaran penuh (mindfulness) dan Kompetensi sosial emosional yang baik dalam upaya memfasilitasi murid menjadi bagian dari Profil Pelajar Pancasila.
- Dalam upaya mewujudkan profil pelajar pancasila, terkadang akan ditemui kondisi dilema etika dan bujukan moral, maka dari itu diperlukan kemampuan menganalisa permasalahan tersebut, baik itu paradigma dilema etika, memikirkan dan memilih penyelesaian sesuai dengan 4 paradigma, 3 prinsip, dan pengambilan keputusan dan melakukan pengujian pengambilan keputusan sembilan langkah strategi pengambilan dan pengujian keputusan dalam memecahkan permasalahan agar keputusan tersebut berpihak pada murid serta demi terwujudnya iklim merdeka belajar.
· Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda
pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma
pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah
pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar
dugaan?
Konsep dilemma etika dan bujukan moral adalah
sebuah konsep praktis yang aplikasinya adalah pengambilan keputusan dalam
kaitannya sebagai pemimpin yang berbasis nilai nilai kebajikan.
Dalam pengaplikasiannya, diperlukan identifikasi
yang jeli, jelas dan mendetail dalam mengenali kedua hal ini.
Identifikasi mendalam diarahkan pada 4 paradigma
masalah, 3 prinsip mengatasi masalah serta 9 langkah pengujian keputusan. Hal
hal diluar dugaan yang terjadi adalah, ternyata hal hal tersebut telah
dilaksanakan dalam kehidupan sehari hari, hanya saja belum maksimal dan
sistematis sehingga terkadang masih terdapat benturan dalam pelaksanaannya.
Masih perlu latihan dan terus belajar, mencoba terus
dan merefleksikan setiap tindakan tersebut dengan berdasarkan ilmu yang telah
dipahami dari modul ini.
· Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan
keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa
bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?
Sebelum
mempelajari modul ini, tanpa sadar saya pernah menerapkan mengambil keputusan
sebagai pemimpin dalam situasi dilema etika, hanya saja saya belum menerapkan 4
paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengujian keputusan.
Setelah
mempelajari modul ini saya mampu mengidentifikasi antara dilema etika dan
bujukan moral, dan kemudian menyelesaikannya dengan 4 paradigma pengambilan
keputusan, 3 prinsip dan 9 langkah pengujian keputusan sehingga menghasilkan
keputusan yang dapat dipertanggung jawabkan, mengandung nilai kebajikan dan
berpihak pada murid.
· Bagaimana dampak mempelajari konsep ini buat Anda, perubahan
apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah
mengikuti pembelajaran modul ini?
Setelah
mempelajari konsep pada modul ini dengan mengikuti setiap alur kegiatan yang
telah di tentukan, menambah pengetahuan, pemahaman, dan pengalaman baru bagi
saya. Semakin banyak perubahan yang dapat saya rasakan, terutama dalam hal
pengembangan potensi kepemimpinan. Sebagai pemimpin pembelajran dan pemimpin
dalam pengembangan sekolah dalam menghadapi kasus dilema etika saya merasa lebih
mudah dalam mengambil keputusan yang lebih baik.
· Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang
individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?
Saya
sangat bersyukur dengan mempelajari modul PGP ini, setiap konsep materi memiliki
peran penting dan akan memenuhi ruang-ruang kosong dalam diri saya dengan
tujuan menjadi guru yang tidak hanya mampu berperan sebagai pemimpin
pembelajaran namun juga pemimpin dalam pengembangan sekolah. Banyak hal yang
dapat menjadi pemahaman baru dan bahan refleksi. Dengan harapan melalu setiap
tahapan pada modul ini saya menjadi pembelajaran untuk menjadi pribadi yang
lebih matang dan mampu mengambil keputusan yang sesuai dengan 4 paradigma, 3 prinsip
pengambalikan keputusan serta 9 langkah pengujian pengambilan keputusan
tersebut sesuai dengan nilai-nilai kebajikan, keberpihakkan kepada murid dan
dapat dipertanggung jawabkan.
Suminar_CGP Angkatan 7 Kota Tangerang

Komentar
Posting Komentar